Analisis Korelasi: Rumus, Jenis & Cara Interpretasi
Pengertian Korelasi

Korelasi adalah salah satu metode statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Biasanya uji korelasi ini akan sangat berhubungan dengan uji regresi yang menunjukkan apakah masing-masing variabel saling mempengaruhi. Meskipun variabel tersebut saling berhubungan erat atau berkorelasi, belum tentu variabel tersebut saling mempengaruhi.
Penting: Analisis korelasi tidak dapat digunakna untuk mengetahui sebab-akibat, hanya untuk mengetahui kuat dan lemahnya hubungan antar 2 variabel. Jika anda akan melakukan analisis sebab-akibat, lebih cocoknya anda menggunakan analisis regresi berganda atau regresi logistik.
Dalam korelasi, kita mengukur seberapa dekat hubungan antara dua variabel dengan menghitung koefisien korelasi. Koefisien korelasi dapat bernilai antara -1 dan 1, di mana nilai 1 menunjukkan hubungan yang sempurna positif, nilai -1 menunjukkan hubungan yang sempurna negatif, dan nilai 0 menunjukkan tidak ada hubungan antara kedua variabel.
Contoh Uji Korelasi
untuk mengevaluasi hubungan antara tinggi badan dan berat badan seseorang untuk mengevaluasi hubungan antara pengalaman kerja dan gaji yang diterima hubungan antara jenis kelamin dan preferensi genre film
Jenis-Jenis Korelasi
Dalam analisis statistik, korelasi digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel. Terdapat tiga jenis korelasi yang umum digunakan, yaitu korelasi Pearson, korelasi Spearman, dan korelasi Kendall. Dalam artikel ini, kita akan membahas masing-masing jenis korelasi secara detail.
1. Korelasi Pearson
Korelasi Pearson adalah korelasi yang digunakan untuk mengukur hubungan linier antara dua variabel yang berskala interval atau rasio. Koefisien korelasi Pearson dapat bernilai antara -1 dan 1, di mana nilai 1 menunjukkan hubungan yang sempurna positif, nilai -1 menunjukkan hubungan yang sempurna negatif, dan nilai 0 menunjukkan tidak ada hubungan antara kedua variabel.
Contoh penggunaan korelasi Pearson adalah untuk mengevaluasi hubungan antara tinggi badan dan berat badan seseorang. Dalam hal ini, kita dapat mengukur koefisien korelasi Pearson untuk menentukan seberapa dekat hubungan antara kedua variabel tersebut.
2. Korelasi Spearman
Korelasi Spearman adalah korelasi yang digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel yang tidak bersyarat normal atau tidak memiliki hubungan linier yang kuat. Korelasi Spearman dapat digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel yang berskala ordinal atau interval.
Contoh penggunaan korelasi Spearman adalah untuk mengevaluasi hubungan antara pengalaman kerja dan gaji yang diterima.
3. Korelasi Data Kategorik
Selain korelasi antar variabel kontinu, terdapat juga korelasi antara variabel kategorik. Korelasi ini dikenal dengan Coefficient of Contingency (C). C sering digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel kategorik dalam bentuk tabel silang (contingency table). Untuk menguji apakah hubungannya signifikan atau tidak dapat menggunakan uji chi-square
Contoh kasus penggunaan Coefficient of Contingency adalah ketika ingin mengetahui hubungan antara jenis kelamin dan preferensi genre film. Maka, dapat dibuat tabel silang (contingency table) yang menunjukkan jumlah responden berdasarkan jenis kelamin dan genre film yang disukai.
Cara Memilih Jenis Korelasi

Langkah Selanjutnya
Setelah anda memahami penggunaan analisis korelasi dan jenis-jenis korelasi, selanjutnya kita akan belajar bagaimana cara menghitung dan menginterpretasi masing-masing jenis korelasi:
Korelasi Pearson — Cara Uji di SPSS Korelasi Pearson — Cara Interpretasi Output Korelasi Spearman (coming soon)
---
> Butuh bantuan mengolah data untuk skripsi atau tesis? Tim Restat siap membantu — konsultasi gratis sekarang.
