Rumus Slovin: Cara Menentukan Jumlah Sampel Penelitian
Ringkasan Cepat
Rumus Slovin adalah rumus untuk menentukan jumlah sampel minimal dari sebuah populasi yang diketahui jumlahnya, dituliskan sebagai n = N / (1 + N·e²), di mana n adalah jumlah sampel, N jumlah populasi, dan e batas toleransi kesalahan (umumnya 5% atau 10%).
Rumus Slovin untuk Menentukan Jumlah Sampel
Rumus Slovin adalah rumus untuk menentukan jumlah sampel minimal dari sebuah populasi yang diketahui jumlahnya, dituliskan sebagai n = N / (1 + N·e²), di mana n adalah jumlah sampel, N jumlah populasi, dan e batas toleransi kesalahan (umumnya 5% atau 10%).
Malas hitung manual? Pakai Kalkulator Ukuran Sampel kami — tinggal masukkan N dan margin of error, hasilnya langsung keluar (termasuk perbandingan dengan Cochran dan Krejcie-Morgan).
Jumlah sampel sangat penting dalam penelitian, karena ketika salah menentukan sampel yang akan diteliti hasil dari penelitian anda akan juga salah. Dalam menentukan jumlah sampel poin pentingnya adalah sampel yang kita gunakan dalam penelitian harus mewakili populasi subjek yang kita teliti.
Sebagai rumus umumnya jumlah sampel yang besar dapat memberikan hasil penelitian yang lebih akurat dalam penelitian anda. Sebaliknya, jumlah sampel yang terlalu kecil dapat menyebabkan hasil penelitian yang tidak akurat dan tidak representatif. Maka dari itu kita harus menentukan jumlah sampel yang tepat, dan memperhitungkan faktor lainnya untuk mendapatkan data dengan mudah.
Pada artikel ini kita akan membahas penggunaan rumus statistik untuk menghitung jumlah sampel minimum yang representatif — perhitungan sampel Slovin ini salah satu yang paling banyak dipakai peneliti.
Alasan Menggunakan Rumus Slovin
Metode ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel yang tepat berdasarkan populasi penelitian, tingkat kepercayaan, dan tingkat kesalahan yang diinginkan. Prinsip dasarnya: semakin besar populasi penelitian, semakin besar pula jumlah sampel yang dibutuhkan. Selain itu, tingkat kepercayaan dan tingkat kesalahan juga mempengaruhi jumlah sampel yang harus diambil.
Prinsip Dasar Rumus Slovin
Pendekatan ini termasuk salah satu yang paling mudah diterapkan dan paling sering dipakai untuk menentukan jumlah sampel di berbagai bidang, karena termasuk teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Perhitungannya mempertimbangkan tingkat kepercayaan dan tingkat kesalahan yang diinginkan dalam penelitian. Tingkat kepercayaan menunjukkan seberapa besar kemungkinan bahwa sampel yang diambil dapat mewakili populasi secara keseluruhan, sementara tingkat kesalahan menunjukkan seberapa besar kesalahan yang dapat diterima dalam penelitian.
Perlu dibedakan dari purposive sampling — teknik pengambilan sampel non-probabilitas di mana responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu, bukan secara acak. Singkatnya, purposive sampling adalah pendekatan yang dipakai ketika kamu sengaja memilih sampel yang memenuhi kriteria spesifik (misal: hanya responden yang pernah memakai produk tertentu), bukan mengambil sampel acak dari seluruh populasi seperti pada rumus Slovin.
Langkah-Langkah Menentukan Jumlah Sampel dengan Rumus Slovin
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menentukan jumlah sampel dengan Rumus Slovin.
Langkah 1: Menentukan Populasi Penelitian
Langkah pertama adalah menentukan populasi penelitian. Populasi penelitian adalah kelompok individu atau objek yang menjadi sasaran penelitian. Misalnya, jika penelitian bertujuan untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang suatu kebijakan pemerintah, maka populasi penelitian adalah seluruh masyarakat yang terkait dengan kebijakan tersebut.
Langkah 2: Menentukan Tingkat Kepercayaan
Tingkat kepercayaan menunjukkan seberapa besar kemungkinan bahwa sampel yang diambil dapat mewakili populasi secara keseluruhan. Tingkat kepercayaan biasanya diukur dalam bentuk persentase, misalnya 95% atau 99%. Semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar jumlah sampel yang dibutuhkan.
Langkah 3: Menentukan Tingkat Kesalahan
Tingkat kesalahan menunjukkan seberapa besar kesalahan yang dapat diterima dalam penelitian. Tingkat kesalahan biasanya diukur dalam bentuk margin of error, misalnya 5% atau 10%. Semakin rendah tingkat kesalahan, semakin besar jumlah sampel yang dibutuhkan.
Langkah 4: Menghitung Minimal Jumlah Sampel
Setelah tingkat kepercayaan dan tingkat kesalahan ditentukan, langkah selanjutnya adalah menggunakan rumus Slovin untuk menentukan jumlah sampel yang tepat.
Rumus Slovin

Dimana:
n = Jumlah sampel yang dibutuhkan
N = Jumlah populasi
e = Tingkat kesalahan dalam penelitian
Penting: jumlah sampel yang dibulatkan harus selalu lebih besar dari nilai yang dihasilkan dari rumus. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam menentukan jumlah sampel.
Contoh Penerapan Rumus Slovin
Sebuah penelitian ingin mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan sebuah perusahaan telekomunikasi di sebuah kota. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pelanggan perusahaan telekomunikasi tersebut di kota tersebut.
Menentukan margin of error dan tingkat kepercayaan
Dalam penelitian ini, margin of error yang digunakan adalah 5% dan tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95%.
Menentukan ukuran populasi
Untuk menentukan ukuran sampel dengan rumus Slovin, pertama-tama harus diketahui ukuran populasi. Berdasarkan data dari perusahaan telekomunikasi, jumlah seluruh pelanggan di kota tersebut adalah 10.000 orang. Untuk mendapatkan estimasi populasi sebuah kota, kita bisa mendapatkannya pada websiteBPS
Menghitung n
Setelah diketahui margin of error, tingkat kepercayaan, dan ukuran populasi, maka dapat dilakukan perhitungan untuk menentukan ukuran sampel dengan menggunakan rumus Slovin:
Maka, untuk penelitian ini, ukuran sampel yang dibutuhkan adalah:
Catatan dari Lukman, Statistical Analyst: Rumus Slovin cuma berlaku kalau jumlah populasimu benar-benar diketahui. Kalau populasimu tidak terhingga atau tidak diketahui pastinya (misalnya penelitian ke pengguna internet), pakai rumus lain seperti Cochran, bukan dipaksakan pakai Slovin.
Bandingkan: Kalau Margin of Error-nya 10%, Bukan 5%
Ini contoh kenapa pilihan margin of error penting — pakai populasi yang sama (N = 10.000), tapi e = 10% (0,10):
Bandingkan: e = 5% butuh 385 responden, e = 10% cukup 99 responden — selisihnya besar sekali. Margin of error yang lebih besar berarti kamu menerima toleransi kesalahan lebih besar, sehingga sampel yang dibutuhkan jauh lebih sedikit. Pilih e = 5% kalau butuh presisi tinggi (misalnya penelitian untuk pengambilan kebijakan), atau e = 10% kalau penelitianmu eksploratif dan populasinya besar (skripsi/tesis pada umumnya cukup pakai 10%, tapi konfirmasi dulu ke dosen pembimbingmu).
Pengambilan Sampel
Setelah mengetahui ukuran sampel yang dibutuhkan, selanjutnya dilakukan pengambilan sampel dengan cara memilih responden secara acak.
Langkah Selanjutnya
Setelah data terkumpul, data yang diperoleh dapat diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik statistik yang sesuai. Selanjutnya adalah mempelajari lebih lanjut bagaimana cara menentukan metode statistik yang sesuai dengan tujuan penelitian dan jenis data penelitian anda.
Kesalahan Umum & Keterbatasan Rumus Slovin
- Mengasumsikan populasi homogen padahal sebenarnya beragam. Rumus Slovin tidak memperhitungkan variasi karakteristik dalam populasi (misalnya perbedaan usia, latar belakang, dsb) yang bisa memengaruhi ukuran sampel yang sebenarnya dibutuhkan.
- Tidak memperhitungkan non-respons. Kalau kamu menghitung n = 385, tapi memperkirakan 20% responden tidak akan mengisi kuesioner dengan lengkap, sebaiknya targetkan lebih banyak dari 385 (misal 385 ÷ 0,8 ≈ 482) untuk mengantisipasi hal ini — Slovin sendiri tidak menghitungkan faktor ini.
- Memakai Slovin padahal populasi tidak diketahui pasti atau terus berubah. Kalau populasimu tidak diketahui jumlah pastinya (misalnya "pengguna aktif media sosial") atau berubah signifikan seiring waktu, hasil perhitungan Slovin jadi kurang relevan — pertimbangkan rumus Cochran yang tidak mensyaratkan populasi diketahui.
- Membulatkan ke bawah, bukan ke atas. Hasil rumus Slovin harus selalu dibulatkan ke atas (misalnya 384,6 → 385, bukan 384) agar sampel tidak kurang dari batas minimum yang disyaratkan.
- Memaksakan Slovin untuk desain sampling kompleks (stratified, cluster) yang butuh perhitungan berbeda per strata/klaster, bukan satu angka n tunggal untuk keseluruhan populasi.
> Catatan dari Lukman, Statistical Analyst: Kesalahan nomor 2 ini yang paling sering dilewatkan — mahasiswa menyebar kuesioner persis sejumlah n hasil Slovin, padahal kenyataannya selalu ada yang tidak mengisi lengkap atau menolak. Selalu targetkan sedikit lebih banyak dari angka minimum untuk mengantisipasi non-respons, jangan pas-pasan.
Jika kamu membutuhkan bantuan mengolah data skripsi, tesis, atau disertasi secara menyeluruh, kami menawarkan jasa olah data skripsi, tesis, dan disertasi — selesai dalam 1–2 hari.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Referensi
- Yamane, T. (1967). Statistics: An Introductory Analysis (2nd ed.). Harper and Row.
- Tejada, J.J. & Punzalan, J.R.B. (2012). The Philippine Statistician, 61(1), 129-136.
Siap Mengolah Data dengan Lebih Mudah?
Kalau kamu butuh kejelasan, panduan, atau mau kenal lebih dalam soal jasa kami.
Jadwalkan Meeting GratisTau teman yang butuh bantuan olah data juga? Ajak dia & dapat 10%, dia dapat diskon Rp50.000. Klik disini