Cara Membaca Output AMOS: Panduan Hasil SEM Lengkap
Ringkasan Cepat
Membaca output AMOS dilakukan dengan menilai tiga hal secara berurutan: uji validitas dan reliabilitas, uji goodness of fit, dan uji hipotesis.
Interpretasi Output Amos
Membaca output AMOS dilakukan dengan menilai tiga hal secara berurutan: uji validitas dan reliabilitas (nilai standardized loading, AVE, dan CR), uji goodness of fit (Chi-Square, CFI, TLI, RMSEA), dan uji hipotesis (nilai C.R. dan P pada Regression Weights, signifikan jika P < 0.05).
Di cara mengolah data kuesioner dengan AMOS anda telah belajar tentang langkah-langkah mengolah data dengan Amos. Berikut cara membaca dan menginterpretasikan output tersebut.
Jika kamu membutuhkan bantuan mengolah data SEM dengan AMOS atau Lisrel secara menyeluruh. Kami menawarkan Jasa Olah Data SEM selesai dalam 1–2 hari.
1. Validitas dan Realibilitas
Pertama kita akan menganalisis validitas dan reabilitas dengan cara melihat nilai loading terstandarisasi — di AMOS nilai ini muncul sebagai Standardized Regression Weights (bukan istilah "Outer Loadings" seperti pada SmartPLS). Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah indikator variable anda bagus atau tidak dalam membentuk suatu variabel.
klik Estimates >> Scalars >> Standardized Regression Weights. Kemudian akan muncul nilai Outer Loadings pada masing-masing indikator.

Selanjutnya nilai-nilai loading terstandarisasi tersebut digunakan untuk mencari nilai AVE dan CR.
Berikut adalah rumus untuk menghitung Construct Realibility (CR) dan Variance Extracted (VE)

Kriteria umum pada uji validitas dan realibilitas menggunakan statistik CR dan VE yakni CR > 0,7 dan VE >0,5. Adapun hasil penghitungan dapat dilihat pada tabel berikut.

Berdasarkan tabel diatas, nilai CR dan VE untuk seluruh variabel memenuhi kriteria umum penghitungan. Sehingga dapat disimpulkan indikator-indikator tersebut realiabel dan valid dalam membentuk variabel dan selanjutnya baik untuk dimasukkan ke dalam analisis.
Kenapa ambang batasnya CR > 0,7 dan VE > 0,5? CR mengukur konsistensi internal indikator dalam mengukur variabel latennya — nilai 0,7 dianggap batas bawah kehandalan yang wajar secara konvensi. VE (setara AVE di SmartPLS) mengukur rata-rata proporsi varians indikator yang dijelaskan oleh variabel latennya — VE > 0,5 berarti variabel laten menjelaskan lebih dari separuh varians indikatornya, lebih dominan dibanding error pengukuran.
Contoh Kasus: CR/VE Gagal Syarat
Bagaimana kalau salah satu variabel (misalnya Perceived Risk) ternyata punya CR = 0,61 dan VE = 0,38 — keduanya di bawah ambang? Langkah yang benar:
- Cek tabel Standardized Regression Weights untuk variabel tersebut — biasanya ada satu atau dua indikator dengan loading rendah (< 0,5) yang menyeret CR/VE ke bawah.
- Drop indikator dengan loading terendah satu per satu, bukan sekaligus, lalu jalankan ulang estimasi.
- Cek ulang CR/VE setelah setiap kali drop — berhenti begitu keduanya memenuhi ambang, jangan drop lebih banyak dari yang perlu.
2. Pengujian Goodness of Fit
Pengujian Goodness of Fit ini digunakan untuk mengetahui apakah data-data anda untuk mengukur hubungan antar variable bagus atau tidak. Ada beberapa indikator yang digunakan untuk mendapatkan kesimpulan tersebut. Seperti Chi-Square, RMSEA, AGFI, GFI dan masih banyak lainnya.

Berdasarkan gambar diatas dapat diperoleh nilai dari good of fit sebagai berikut.

Berdasarkan data pada tabel diatas, hasil perhitungan good of fit tersebut menunjukkan nilai uji kelayakan model pada semua konstruk sudah menunjukkan model yang fit karena telah sesuai dengan standar nilai yang telah ditentukan.
Catatan dari Herdi, Statistical Analyst: Goodness of Fit sebaiknya jangan disimpulkan dari satu-dua indikator saja. Kalau salah satu indeks (misalnya RMSEA) tidak memenuhi treshold, cek dulu indikator lain seperti CFI dan TLI — model masih bisa dianggap fit selama mayoritas indikator memenuhi kriteria, tidak harus semua indikator memenuhi.
3. Uji Hipotesis
Dan yang tearkhir yang paling penting adalah untuk menguji hipotesis penelitian anda. Berikut adalah cara untuk mendapatkan nilai uji hipotesis.
Klik Estimates >> Scalars >> Regression Weights

Uji hipotesis digunakan untuk menguji pengaruh perceived benefit, perceived service quality, cultural, dan perceived risk terhadap visit intention melalui destination image dan electronic word of mouth. Suatu uji hipotesis dapat dikatakan signifikan apabila nilai P < 0,05 (tingkat signifikansi), sedangkan kekuatan pengaruh dapat dilihat pada nilai estimasi berdasarkan seperti pada Tabel berikut.
Interpretasi Model / Kesimpulan
- Perceived service quality (PSQ) memiliki pengaruh langsung positif dan signifikan terhadap electronic word of mouth (EM).
- Perceived benefit (PB) memiliki pengaruh langsung positif dan signifikan terhadap destination image (DI).
- Perceived risk (PR) memiliki pengaruh langsung negatif dan tidak signifikan terhadap destination image (DI).
- Electronic word of mouth (EM) memiliki pengaruh langsung positif dan signifikan terhadap destination image (DI).
- Destination image (DI) memiliki pengaruh langsung positif dan signifikan terhadap visit intention (VI).
- Cultural (CL) memiliki pengaruh langsung negatif dan tidak signifikan terhadap visit intention (VI).
- Perceived risk (PR) memiliki pengaruh langsung positif dan tidak signifikan terhadap visit intention (VI).
- Electronic word of mouth memiliki pengaruh langsung negatif dan tidak signifikan terhadap visit intention (VI).
Perhatikan pada contoh di atas: dari 8 hubungan yang diuji, hanya 5 yang signifikan — ini kasus yang realistis dan umum terjadi, bukan berarti penelitiannya "gagal." Setiap hubungan yang tidak signifikan (misalnya Perceived Risk → Destination Image) tetap merupakan temuan valid yang bisa dilaporkan dan didiskusikan, bukan hasil yang harus disembunyikan.
Kesalahan Umum Membaca Output AMOS
- Langsung interpretasi Regression Weights sebelum Goodness of Fit terpenuhi. Urutannya penting: validitas-reliabilitas dulu, lalu goodness of fit, baru uji hipotesis. Kalau model belum fit, kesimpulan uji hipotesis berisiko salah.
- Menyimpulkan model tidak fit hanya karena satu indikator (misalnya RMSEA) sedikit di luar standar. Seperti catatan Herdi di atas — cek indikator lain (CFI, TLI) sebelum menyimpulkan model gagal.
- Menganggap hubungan yang tidak signifikan sebagai kegagalan penelitian. Seperti contoh di atas — hubungan tidak signifikan tetap temuan valid, bukan kesalahan yang harus disembunyikan dari laporan.
- Menghapus banyak indikator sekaligus untuk memperbaiki CR/VE. Drop satu per satu dan evaluasi ulang setiap kali, jangan drop banyak indikator dalam satu langkah — berisiko menghilangkan indikator yang sebenarnya masih bisa dipertahankan.
> Catatan dari Herdi, Statistical Analyst: Kesalahan nomor 3 yang paling sering saya lihat — mahasiswa panik kalau ada hubungan yang tidak signifikan, padahal itu bagian normal dari hasil penelitian. Yang penting adalah menjelaskan kenapa hubungan itu mungkin tidak signifikan (misalnya faktor budaya lokal yang berbeda dari penelitian rujukan).
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Referensi
- UCLA Advanced Research Computing – Statistical Methods and Data Analytics, Introduction to Structural Equation Modeling (SEM).
Siap Mengolah Data dengan Lebih Mudah?
Kalau kamu butuh kejelasan, panduan, atau mau kenal lebih dalam soal jasa kami.
Jadwalkan Meeting GratisTau teman yang butuh bantuan olah data juga? Ajak dia & dapat 10%, dia dapat diskon Rp50.000. Klik disini