5 Software Statistik Terbaik untuk Pemula & Skripsi
Ringkasan Cepat
5 software statistik yang direkomendasikan untuk pemula dan skripsi adalah SPSS (paling umum, mudah untuk uji statistik dasar), SmartPLS (SEM-PLS untuk sampel kecil/data tidak normal), AMOS dan Lisrel (SEM berbasis kovarians), serta Eviews (ekonometrika dan data panel).
5 software statistik yang direkomendasikan untuk pemula dan skripsi adalah SPSS (paling umum, mudah untuk uji statistik dasar), SmartPLS (SEM-PLS untuk sampel kecil/data tidak normal), AMOS dan Lisrel (SEM berbasis kovarians), serta Eviews (ekonometrika dan data panel). Pemula disarankan memilih software berbasis user interface seperti ini dibanding berbasis script seperti R dan Python.
Dengan banyaknya software statistik yang tersedia, seringkali kita sulit dan bingung untuk menggunakan software statistik yang sesuai dengan data kita. Hal paling dasar untuk di ketahui dalam pemilihan software statistik adalah memahami tujuan penelitian kita dan metode statistik yang akan kita gunakan. Dengan memahami dua hal tersebut akan mempermudah kita dalam menentukan software statistik yang akan kita gunakan.
Jenis Software Statistik untuk Pemula
Selain menyesuaikan dengan penelitian yang sedang anda kerjakan, kita juga harus mengerti bagaimana cara pengoperasian software statistik tersebut.Terdapat 2 jenis pengoperasian software statistik, yaitu berdasarkan perintah dari script (open source) dan user interface (berbayar).
Contoh software statistik dengan script yang banyak dipakai adalah R dan Python. Kelebihan kedua software ini dapat mengolah untuk hampir semua uji statistik yang ada bisa di analisis menggunakan software tersebut. Tetapi karena pengolan data nya menggunakan script, pengoperasian software ini cukup sulit dan di haruskan hafal dan mengetahui fungsi dari setiap script yang dijalankan. Atau sering kita kenal dengan menghafal bahasa pemograman.
*Sedangkan software statistik yang menggunakan user interface sebagai perintahnya, cukup mudah untuk mengoperasikannya. Sehingga untuk pemula disarankan menggunakan software ini.*
Tetapi, software ini memiliki keterbatasan yaitu tidak semua metode statistik dapat di olah di dalam satu software yang sama. Biasanya, setiap software memiliki keunggulan masing-masing untuk setiap uji statistik. Contoh dari software ini adalah SPSS, Eviews, Amos, SmartPLS dan sebagainya.
Karena software statistik mempunyai keterbatasan diatas, maka kita harus memahami setiap software statistik cocok untuk uji statistik yang mana. Sehingga kita harus paham dulu uji statistik apa yang akan kita pakai.
Jika kamu membutuhkan bantuan mengolah data penelitian dengan software apa pun secara menyeluruh. Kami menawarkan Jasa Olah Data selesai dalam 1–2 hari.
Menentukan Uji Statistik
Sebelum memilih software statistik yang tepat, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan uji statisitik. Karena setiap software statistik ditujukan untuk mengolah beberapa metode statistik tertentu. Untuk menentukan uji statistik salah satunya dapat disesuaikan dengan tujuan penelitian anda.
Contohnya, jika tujuan penelitian adalah untuk menguji perbedaan rata-rata antara dua kelompok data, maka metode statistik yang tepat adalah t-test. Namun, jika tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel, maka metode statistik yang tepat adalah regresi. Beriku ini jika anda masih bingung cara menentukan uji statistik yang akan anda pakai dalam penelitian.
Mengenal Software Statistik yang Tersedia
Setelah memahami tujuan penelitian, langkah selanjutnya adalah mengenal software statistik dengan pengoperasian menggunakan user interface. Beberapa software statistik yang sering digunakan antara lain:
- SPSS adalah software yang sangat populer digunakan di berbagai bidang penelitian, terutama di bidang sosial dan psikologi. Software ini sering digunakan untuk uji statistik yang memiliki jenis data cross-sectional.
- Eviews adalah software statistik yang digunakan untuk analisis data ekonometri. Software ini dilengkapi dengan fitur-fitur untuk estimasi model ekonometri, pengujian hipotesis, dan analisis data panel. Eviews sering digunakan untuk data time series atau panel.
- Lisrel adalah software statistik yang digunakan untuk analisis data Structural Equation Modeling (SEM). Software ini membantu para peneliti untuk menguji model konseptual dan memeriksa hubungan antara variabel terukur dan tak terukur. Lisrel digunakan untuk menguji model yang kompleks.
- SPSS Amos adalah software statistik yang digunakan untuk analisis data SEM. Software memiliki fungsi mirip dengan Lisrel, tetapi menurutu pendapat saya Amos lebih mudah digunakan daripada lisrel.
- Smart PLS adalah software statistik yang digunakan untuk analisis data SEM PLS. Software ini cukup populer di kalangan peneliti karena mudah digunakan. Smart PLS juga memiliki fitur-fitur seperti analisis jalur, analisis regresi, dan analisis pemodelan struktural.
Kesimpulan:
- Dilihat dari jenis data, jika data anda cross-sectional maka di sarankan menggunakan software SPSS. Sedangkan untuk data time-series atau panel diasarankan menggunakan Eviews. Perbedaan data cross-section, time-series dan panel.
- Metode statistik Structural Equation Modeling, SEM sendiri memiliki 2 jenis yaitu SEM dan SEM PLS (perbedaan SEM dan SEM PLS). Jika anda menggunakan SEM maka software yang sesuai adalah Lisrel dan Amos, tetapi jika menggunakan SEM PLS maka software yang tepat adalah Smart PLS.
Jika anda masih bingung menentukan software yang akan anda pakai, berikut kami berikan acuan umum untuk menentukan software statistik sesuai dengan uji statistik yang anda pakai.
| Software | Spesialisasi | Jenis Data | Kelebihan | Kekurangan | Model Harga |
|---|---|---|---|---|---|
| SPSS | Statistik dasar, uji-t, ANOVA, regresi, validitas & reliabilitas | Cross-section | Antarmuka menu (bukan script), paling banyak tutorial Bahasa Indonesia | Kurang cocok untuk time series/panel atau model SEM kompleks | Berbayar, trial terbatas tersedia |
| EViews | Ekonometrika, time series, data panel | Time series, panel | Fitur estimasi ekonometrika lengkap, cocok untuk skripsi data panel | Kurang familiar untuk pemula yang baru kenal statistik dasar | Berbayar, trial 30 hari |
| AMOS | SEM konfirmatori (CB-SEM) | Kuesioner (skala Likert) | Antarmuka visual (gambar diagram jalur), mudah dipahami pemula | Butuh sampel besar dan data mendekati normal | Berbayar, trial terbatas |
| Lisrel | SEM konfirmatori (CB-SEM), model kompleks | Kuesioner (skala Likert) | Bisa menguji model SEM yang lebih kompleks dari AMOS | Antarmuka lebih rumit dibanding AMOS (menurut kami) | Berbayar, trial terbatas |
| SmartPLS | SEM eksploratif (PLS-SEM) | Kuesioner, sampel kecil/data tidak normal | Tidak mensyaratkan normalitas data, bisa dipakai untuk sampel kecil | Tidak cocok untuk mengonfirmasi teori yang sudah ada (itu tugas CB-SEM) | Berbayar, trial 30 hari |
| R / Python | Semua jenis analisis (berbasis script) | Semua jenis data | Gratis, fleksibel untuk hampir semua uji statistik | Perlu belajar bahasa pemrograman, kurva belajar lebih curam | Gratis, open-source |
Perlu diingat software yang anda gunakan untuk menjawab tujuan penelian tidak memberikan hasil output yang berbeda. Sebagai contoh anda ingin mengolah data dengan skala likert. Dari gambar diatas bisa menggunakan adalah Lisrel dan Amos. Kedua software tersebut tidak memberikan output yang berbeda, hanya berbeda cara pengoperasiannya. Maka dari itu salah satu yang penting untuk disarankan adalah menggunakan software yang sudah anda pahami cara pengoperasiannya.
Catatan dari Lukman, Statistical Analyst: Jangan pilih software berdasarkan yang paling sering kamu dengar namanya. Tanyakan dulu ke diri sendiri: jenis datamu cross-section, time series, atau panel? Kalau kuesioner dengan model SEM, pilih berdasarkan jenis SEM-nya (CB-SEM pakai AMOS/Lisrel, PLS-SEM pakai SmartPLS) — bukan sebaliknya.
Kesalahan Umum Memilih Software Statistik
- Memilih software berdasarkan yang paling sering didengar namanya, bukan jenis data/metode. Seperti catatan Lukman di atas — cek dulu jenis datamu dan metode statistiknya sebelum memilih software.
- Memakai CB-SEM (AMOS/Lisrel) padahal sampel kecil atau data tidak normal. Kondisi ini lebih cocok pakai SmartPLS (PLS-SEM) yang tidak mensyaratkan normalitas dan sampel besar.
- Tidak cek dulu preferensi/pedoman kampus soal software yang wajib dipakai. Beberapa jurusan mewajibkan software tertentu untuk analisis dasar (biasanya SPSS) — cek ke pembimbing sebelum mulai mengolah data di software lain.
- Mengira hasil analisis akan berbeda kalau ganti software untuk metode yang sama. Seperti dijelaskan di atas, AMOS dan Lisrel untuk model SEM yang sama akan memberi hasil output yang serupa — bedanya hanya cara pengoperasian, bukan hasil analisis.
> Catatan dari Lukman, Statistical Analyst: Kesalahan nomor 2 yang paling sering saya lihat — mahasiswa install AMOS karena "kelihatan lebih ilmiah," padahal sampelnya cuma 50 responden dan datanya tidak normal. Untuk kondisi seperti itu, SmartPLS jauh lebih tepat dan hasilnya tetap valid secara metodologis.
Di Mana Bisa Download Software Statistik?
Karena software statistik pengoperasian dengan user interface berbayar, berikut kami sediakan link donwload untuk setiap software statistik
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Siap Mengolah Data dengan Lebih Mudah?
Kalau kamu butuh kejelasan, panduan, atau mau kenal lebih dalam soal jasa kami.
Jadwalkan Meeting GratisTau teman yang butuh bantuan olah data juga? Ajak dia & dapat 10%, dia dapat diskon Rp50.000. Klik disini